rangkuman seni budaya & keterampilan kelas vii

BAB I

MENGAPRESIASI KARYA SENI RUPA

 

 

  1. Jenis karya seni rupa terapan daerah setempat

a)    Klasifikasi Karya Seni Rupa

Dewasa ini karya-karya seni rupa sudah berkembang pesat dan kian beraneka ragam jenisnya, sehingga terkadang membuat kita kesulitan menggolongkan karya-karya seni rupa tersebut.

Pendekatan secara umum kita dapat menggolongkan karya-karya seni rupa, yaitu karya seni rupa murni dan karya seni rupa terapan.

1)     Karya seni rupa murni (fine art)

Karya seni rupa murni adalah jenis karya seni rupa yang dibuat dengan tujuan memenuhi kebutuhan estetik atau nilai-nilai keindahan semata, terlepas dari fungsi praktis.

Contoh karya seni murni yaitu : seni lukis, seni patung seni grafis.

2)     Seni rupa terapan (applied-art)

Seni rupa terapan dibuat dengan mengutamakan tujuan praktis, dengan kata lain dimanfaatkan fungsi pakaiannya untuk memenuhi kebutuhan fisik manusia. Indonesia terdiri dari beberapa suku bangsa yang memiliki budaya dan adat istiadat yang beraneka ragam. Keanekaragaman budaya tersebut dapat dilihat pada karya seni rupa yang dihasilkan, sehingga budaya dan adat setiap daerah mempunyai ciri karya seni yang berbeda satu dengan yang lain.

Perbedaan tersebut disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut :

a) letak geografis tiap daerah

B) sifat dan tata kehidupan yang tidak sama

c) sistem kepercayaan dan adat istiadat tiap daerah

d) potensi alam yang berbeda-beda

e) adanya kontak dengan daerah lain

 

Karya seni rupa terapan dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu desain dan kriya.

a)    Desain

Desain adalah karya seni yang dibuat berdasarkan pesanan atau permintaan clien (pesanan)

Contoh karya desain

  • Karya desain grafis

Desain grafis adalah bagian dari seni rupa yang berupaya untuk memecahkan kebutuhan masyarakat akan komunikasi rupa yang dicetak, seperti poster, brosur dll

  • Karya desain arsitektur

Desain arsitektur adalah suatu kegiatan yang berupaya untuk memecahkan akan kebutuhan hunian masyarakat yang indah dan nyaman.

  • Karya desain produk

Adalah cabang seni rupa yang berupaya untuk memecahkan persoalan kebutuhan masyarakat akan peralatan dan benda sehari-hari untuk menunjang kegiatannya, seperti ; mebel,alat rumah tangga.

b)    Kriya atau Kerajinan

Adalah suatu usaha membuat barang-barang hasil pekerjaan tangan.

 

Unsur-Unsur Seni Rupa

Dalam mencipta bentuk, perupa memilih unsur-unsur rupa, memadukan dan menyusunnya agar diperoleh bentuk yang menarik, memuaskan, atau membangkitkan pengalaman visual atau membangkitkan pengalaman visual tertentu.

Unsur-unsur seni rupa yaitu sebagai berikut :

ì  Titik/bintik

Titik/bintik merupakan unsur dasar seni rupa yang terkecil

ì  Garis

Garis adalah goresan atau batas limit dari suatu benda, ruang, bidang, warna, texture, dan lainnya.

Garis menurut fungsi dan sifatnya ada tiga, yaitu :

–        Garis nyata, yaitu garis Nampak sebagai perwujudan bentuk bidang

–        Garis semu, yaitu garis yang dibuat untuk menyatakan adanya bentuk bidang namun sebenarnya garis tersebut tidak ada, misal pada bentuk lengkung

–        Garis bantu, yaitu garis yang dibuat untuk menunjukan bahwa garis tersebut memang benar-benar ada namun tidak Nampak,

Macam-macam garis, yaitu sebagai berikut :

ü  Garis lurus

ü  Garis lengkung

ü  Garis patah

ü  Garis patah berganda

ü  Garis berganda

ü  Garis melingkar

ì  Bidang

Bidang dalam seni rupa merupakan salah satu unsur seni rupa yang berbentuk dari hubungan beberapa garis.

ì  Bentuk

Bentuk dalam pengertian bahasa, dapat berarti bangun (shape) atau bentuk plastis (form)

Sifat atau karakteristik dari tiap bentuk dapat memberikan kesan-kesan tersendiri seperti berikut :

–        Bentuk teratur kubus dan persegi, baik dalam dua atau tiga dimensi memberi kesan statis stabil, dan formal

–        Bentuk lengkung bulat atau bola memberi kesan dinamis, labil dan bergerak.

–        Bentuk segitiga runcing memberi kesan aktif, energik, tajam dan mengarah.

ì  Tekstur

Tekstur adalah bentuk atau rupa muka yang dapat memberikan ciri khas atau karakteristik suatu benda.

Pembentukannya terjadi dari beberapa proses, yaitu :

ü  Proses kimiawi (chemis)

ü  Proses mekanik (mesin)

ü  Proses alami

ü  Proses cetak (buatan tangan)

ì  Ruang

Ruang termasuk unsur seni rupa yang pokok. Dengan adanya ruang, maka karya seni rupa dapat dibuat.

ì  Warna

Dalam seni rupa warna sangat esensial, karena penampilan pertama yang diperhatikan orang selain bentuk adalah warna.

 

Ciri-Ciri Karya Seni Rupa Terapan

Ciri-ciri karya seni rupa terapan, yaitu sebagai berikut :

1)     Seni rupa terapan hasilnya dapat dimanfaatkan atau dipakai untuk siapa saja.

2)     Dapat dibuat secara besar-besaran untuk mencukupi keinginan konsumen

3)     Mengutamakan fungsi pakaiannya meskipun fungsi estetiknya tidak ditinggalkan

4)     Dapat digunakan atau dipakai dalam kehidupan sehari-hari

 

 

Sikap apresiasi terhadap keunikan gagasan teknik karya seni rupa terapan daerah setempat

  1. Pengertian Apresiasi

Apresiasi berasal dari bahasa inggris appreciate yang artinya menilai atau menghargai. Dengan kata lain Apresiasi adalah kesadaran terhadap nilai-nilai seni dan budaya, serta penghargaan terhadap sesuatu. Apresiasi memiliki tiga tingkatan yaitu sebagai berikut :

1)     Apresiasi empatik adalah jenis apresiasi yang menilai baik dan kurang baiknya suatu karya seni berdasarkan pengamatan indrawi saja

2)     Apresiasi estetis adalah apresiasi yang menilai keindahan suatu karya seni dengan melakukan pengamatan dan perasaan yang mendalam

3)     Apresiasi kritis adalah apresiasi tajam dalam menganalisa suatu karya seni.

Adapun aspek yang harus ada dalam apresiasi karya adalah sebagai berikut :

1)     Ide dan Gagasan

2)     Kreativitas

3)     Gaya perorangan atau ekpresi

 

Keunikan Gagasan Karya Seni Rupa Terapan Daerah Setempat

Ragam keunikan gagasan karya seni rupa terapan daerah, dapat menjadi inspirasi terciptanya hasil karya seni rupa terapan daerah di Indonesia.

Gagasan dapat dikelompokan menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut :

1)     Obyek karya seni rupa terapan daerah setempat\

2)     Tema karya seni rupa terapan daerah setempat

3)     Makna simbolik karya seni rupa terapan daerah setempat

 

Keunikan Teknik Karya Seni Rupa Terapan Daerah Setempat

Teknik karya seni rupa terapan nusantara sangat beragam. Banyak diantaranya yang sering kita dengar dan lihat disekitar lingkungan kita. Beberapa diantaranya seperti, memahat, mengecor, mengukir dan lain-lain.

–        Teknik pahat adalah teknik mengurangi bahan sedikit demi sedikit dengan menggunakan alat pahat, contohnya pembuatan patung, relief, dan ukir.

–        Teknik Butsir adalah mengurangi dan menambah bahan hingga mendapat bentuk yang diinginkan, contohnya, pembuatan keramik

–        Teknik sapuan adalah teknik membuat karya seni rupa dengan menyapukan kuas kedalam karya, contoh pembuatan lukisan.

 

 

 

Mengekspresikan Diri Melalui Karya Seni Rupa

  1. Menggambar Bentuk Dengan Objek Karya Seni Rupa Terapan Tiga Dimensi dari Daerah Setempat
  2. Pengertian Menggambar Bentuk

Menggambar bentuk adalah kegiatan menggambar yang dilakukan dengan melihat model yang ditempatkan secara langsung dihadapan penggambar.

Kita dapat menggolongkan bentuk atas dua macam, yaitu sebagai berikut :

1)     Bentuk geometris yaitu bentuk-bentuk tertentu yang terukur dan dapat didefinisikan, seperti lingkaran, bola, bujur sangkar, limas, dan sebagainya.

2)     Bentuk organis yaitu bentuk alamiah yang sudah mengalami perkembangan tidak lagi terukur dan sukar didefinisikan, misalnya, bentuk pohon, orang atau binatang.

  1. Persiapan menggambar bentuk

1)     Memilih dan menyusun benda-benda yang akan digambar

2)     Berilah titik lampu (pencahayaan) yang kuat dari satu arah

3)     Sediakan media gambar yang akan digunakan untuk menggambar

4)     Ambilah sikap duduk yang nyaman dengan mengambil sudut pandang gambar yang baik

  1. Tahap-Tahap Menggambar bentuk

Tahap-taham latihan menggambar bentuk adalah sbb :

1)     Latihan menggambar bentuk geometris, dengan tujuan untuk menggambar objek dalam pandangan yang wajar.

2)     Menggambar dari model, dimulai dari membuat bentuk global, yang dapat dilakukan dengan :

– teknik outline (garis besar)

– teknik siluet

– Penyelesaian dengan modulasi, yaitu pemberian arsiran untuk

   menimbulkan kesan tiga dimensi atau kesan padat.

 

  1. Unsur-Unsur yang mendapat perhatian dalam kegiatan menggambar bentuk

Fakto atau unsur-unsur yang mendapat perhatian dalam kegiatan emnggambar bentuk adalah sebagai berikut :

1)     Bentuk atau proporsi

2)     Perspektif

3)     Cahaya bayangan

4)     Pemanfaatan alat sesuai dengan karakteristiknya

5)     Tata letak objek dalam bidang

6)     Tekstur

 

  1. Menggambar bentuk tiga dimensi

1)     Kubistis (balok)

Benda atau kubistis yaitu benda geometric yang dibatasi oleh bidang-bidang datar, misalnya bentuk kubus, balok, meja, dll

2)     Silinder

Benda bentuk silinder merupakan bagian dari bentuk geomtris yang disebut juga dengan istilah bentuk tabung atau bentuk elips

 

  1. Membuat Karya Seni Kriya dengan Teknik dan Corak Daerah Setempat
  2. Pengertian Seni Kriya

Seni kriya atau yang sering disebut Handycraft berarti kerajinan tangan, dengan kata lain seni kriya adalah seni kerajinan tangan manusia yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan peralatan kehidupan sehari-hari dengan baik dengan tidak lupa pertimbangan artistic dan keindahan.

1)     Unsur seni kriya

a) unsur utility

b) unsur estetika atau keindahan

2)     Fungsi dan tujuan seni kriya adalah :

a. sebagai benda hias

b. sebagai benda pakai

c. sebagai benda mainan

3)     Jenis-jenis seni kriya daerah setempat

a. seni kerajinan kulit

b. seni kerajinan logam

c. seni kerajinan ukir kayu

d. seni kerajinan anyaman

e. seni kerajinan batik

f. seni kerajinan keramik

4)     Teknik dan bahan pembuatan seni kriya

a. teknik cor (tuang)

b. teknik ukir

c. teknik membatik

d. teknik anyaman

e. teknik tenun

f. teknik membantuk

 

 

 

 

 

  1. Menyiapkan dan menata Karya Seni Rupa Hasil Buatan Sendiri untuk pameran kelas atau sekolah.

Untuk menyelenggarakan pameran kelas, dibutuhkan kerjasama yang baik.

1)     Pengertian Pameran

Pameran adalah suatu usaha seseorang untuk memperlihatkan hasil karya seni rupa yang telah dibuatnya kepada public atau orang lain di dalam suatu tempat.

2)     Fungsi Pameran Bagi Siswa

a)    Menumbuhkan rasa percaya diri

b)    Membiasakan diri untuk sportif

c)    Mengembangkan sikap apresiasi

d)    Memperluas wawasan dan pengetahuan berorganisasi

e)    Memiliki kesempatan untuk memperkenalkan diri sebagai perupa atau pekriya

f)       Mengasah/menjalin sekaligus mempertebal komunikasi kita dengan khalayak ramai

Syarat tempat pameran yang baik adalah sebagai berikut :

(1) Aman

(2) nyaman

(3) bersih dan indah

(4) Menarik

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan pameran adalah sebagai berikut :

1)   Penataan ruang pameran

2)   Pengaturan hasil karya

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penataan karya seni pada ruang pameran adalah sebagai berikut :

–        Karya seni dikumpulkan dengan jenis yang sama pada suatu ruang

–        Karya seni yang dipamerkan juga berfungsi sebagai hiasan dalam ruangan

–        Dalam memasang karya seni hendaknya jangan berkesan saling berebut perhatian

–        Memasang karya seni hendaknya jangan terlalu tinggi dan jangan terlalu rendah

–        Perlu dipasang lampu dari arah yang benar, dari depan mengarah pada karya seni

–        Setiap karya seni diberi nomor identitas sesuai dengan buku katalog

–        Jalur arah penonton dibuat searah, agar lancer dan tidak terjadi saling berpapasan atau berdesak-desakan.

PERTANYAAN :

 

  1. Sebutkan pengertian seni patung ? Seni patung adalah karya seni yang berbentuk tiga dimensi (dapat dinikmati dari beberapa arah pandangan) dibuat dengan menggunakan berbagai media.
  2. Sebutkan pengertian seni grafis ? Seni grafis adalah jenis karya seni rupa yang dibuat dengan teknik cetak seperti teknik cukil.
  3. Jelaskan pengertiaan Desain ? Desain adalah karya seni yang dibuat berdasarkan pesanan atau permintaan clien (pemesan)
  4. Jelaskan proses cetak (buatan tangan) ? Yaitu permukaan suatu benda yang terjadi karena diolah oleh tangan manusia.
  5. Jelaskan simbolik karya seni rupa terapan daerah setempat ? Makna simbolik adalah makna yang terkandung dalam suatu karya seni.
  6. Jelaskan pengertian teknik pahat ? Teknik pahat adalah teknik mengurangi bahan sedikit-demi sedikit dengan menggunakan alat pahat.
  7. Jelaskan pengertian teknik butsir ? teknik butsir adalah mengurangi dan menambah bahan hingga mendapat bentuk yang diinginkan.
  8. Sebutkan pengertian prespektif ? Persektif adalah menggambar bentuk, kesan persepektif tak bisa diabaikan.
  9. Dalam kajian seni rupa kita dapat menggolongkan bentuk atas dua macam yaitu ?

–        Bentuk geometris

–        Bentuk organis

  1. Jelaskan pengertian bentuk organis ? yaitu bentuk alamiah yang sudah mengalami perkembangan.

 

Leave a comment »

MAKALAH SINGLE PARENT

BAB I
PENDAHULUAN

A.. Latar Belakang dan Masalah
Problematika kehidupan keluarga kian lama kian kompleks seiring spirit perubahan zaman dan paradigma berpikir individu maupun komunitas tertentu terhadap hakikat atau esensi sebuah perkawinan. Perkawinan adalah kegiatan yang sakral. Konsep itu selalu memandang lembaga sosial tersebut dari sudut pandang filsafat- teologis sehingga tidak jarang melahirkan benturan konsep, antara ruang yang transenden dan interpretasi menurut rasio manusia. Namun, gejolak zaman terus “menggugat” hakikat atau esensi sebuah perkawinan manakala manusia mengalami kegetiran hidup yang menuntut adanya sebuah rumusan baru atau sebuah rekonstruksi pemahaman yang lebih seimbang. Himpitan ekonomi, tranformasi budaya, politik merupakan bentuk-bentuk gugatan
terhadap cara pandang di atas.
Simpul-simpul permasalahan sebuah rumah tangga yang tidak dapat diurai secara jelas dapat menyebabkan keretakan sebuah kebersamaan yang serius yaitu ,perceraian. Perceraian kemudian melahirkan babak kehidupan baru seperti terjadinya peran baru yang disebut single parent. Realitas sosial itu kemudian menjadi sebuah guratan impresi ketika diciptakan kembali oleh pengarang (novelis) dengan bakat kepengarangannya. Karya sastra tersebut selanjutnya dimaknai sebagai lembaga sosial yang tampil sebagai corong perwakilan gagasan bagi sebuah nilai yang belum semuanya memasyarakat.

B. Rumusan Masalah
Dalam makalah yang kami susun kami mencoba akan membahas tentang single parent dalam kesehatan reproduksi dan single parent dalam kehidupan umum.

C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah tersebut di atas penulis merumuskan tujuan pokok sebagai berikut :
1. Untuk lebih mengetahui lebih jauh lagi tentang pengaruh single parent terhadap kesehatan reproduksi dan pengaruh single paret dalam kehidupan umum
2. Untuk memenuhi salah satu tugas dari Dosen Mata Kuliah.


BAB II
PEMBAHASAN

A. Konsep Keluarga
Konsep keluarga bukan lagi kaku secara teori konvensional bahwa keluarga terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak kandung.
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dalam suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan. (depkes RI 1998)

B. Fungsi keluarga menurut WHO
• Fungsi biologis
• Fungsi psikologis
• Fungsi sosial budaya
• Fungsi sosial ekonomi
• Fungsi pendidikan

C. Sosiologi Keluarga
Gagasan lahirnya ilmu sosiologi keluarga berawal dari momentum revolusi Perancis 1789 yang diikuti perubahan mendalam pada hubungan keluarga. Perubahan-perubahan itu jauh lebih ekstrim tatkala dunia dilanda perang dunia Ke-II di mana pemimpin negara-negara yang sedang menuju tahap/era industrialisasi, mengeluarkan undang-undang baru yang bertujuan membentuk pola-pola keluarga yang lebih sesuai dengan tuntutan kehidupan kota dan industri (Hasyim,2004:3).
Sosiologi keluarga memandang bahwa setiap keluarga ialah fungsi pengantara masyarakat besar. Daya tahan sebuah keluarga terletak pada pemenuhan kebutuhan-kebutuhannya, baik yang bersifat primer maupun yang bersifat tersier, seperti produksi dan pembagian makanan, perlindungan terhadap kaum muda dan tua, yang sakit dan yang mengandung, persamaan hukum, pengembangan generasi muda dalam kehidupan sosial, dan lain sebagainya
(Hasyim, 2004: 3).
Revolusi industri yang terjadi telah membawa perubahan-perubahan yang sangat signifikan. Di satu sisi revolusi industri membawa dampak positif bagi perkembangan ilmu dan pertumbuhan ekonomi, di sisi lain revolusi industri membawa imbas negatif yang begitu dahsyat. Etos-etos tradisi terancam tercabut dari akarnya dan kecemasan yang mendalam akan semakin hilangnya kekuasaan dan wibawa gereja dan kerukunan hidup (Ihromi,2004:3). Pola-pola keluarga tradisional yang mapan memperoleh kesaksian yang dahsyat. Kerukunan hidup keluarga terkoyak. Goode mengemukakan satu contoh fenomena sosial yang melanda keharmonisan keluarga sebagai dampak revolusi industri dan perkotaan. “Seperempat sampai sepertiga pasangan yang menikah akan bercerai, mereka tidak menjunjung tinggi nilai monogami”. Kinsey memperkirakan bahwa setengah dari semua laki-laki yang telah menikah melakukan hubungan kelamin di luar perkawinan, tetapi barangkali sebagian besar dari mereka percaya akan manfaat kesetiaan. (Hasyim, 2004:12)
Revolusi industri, pola keluarga konjunal serta masalah urbanisasi menjadi variabel utama yang menggerogoti kerukunan keluarga sekalipun perkawinan itu dibangun berdasarkan cinta dan kesetiaan. Terhadap fenomena itu Goode menyatakan “sebagai contoh di Amerika, hampir semua perkawinan pertama didasarkan atas hubungan cinta dan jarang yang akan mengakui bahwa mereka menikah dengan seseorang yang tidak dicintainya”. (Hasyim , 2004:13).
Fenomena tentang perceraian dan peran single parent tidak hanya menarik perhatian para pakar sosiologi untuk dijadikan objek kajian ilmiah, namun seorang sastrawan yang handal seperti La Vyrle Spencer merekam realitas itu ke dalam bentuk yang lebih unik, yang dikemas dalam kandungan estetika yang tinggi dan menjadi sebuah novel sebagai corong perwakilan bagi selaksa nilai yang mengkristal dalam wilayah kehidupannya.

D. Definisi Single Parents
Single parent adalah seorang ayah atau seorang ibu yang memikul tugasnya sendiri sebagai kepala keluarga sekaligus ibu rumah tangga. Orang tua tunggal atau biasa disebut dengan istilah single parent adalah orang tua yang hanya terdiri dari satu orang saja, dimana didalam rumah tangga ia berperan sebagai ibu dan juga berperan sebagai ayah. Saat ini keluarga orang tua tunggal memiliki serangkaian masalah khusus. Hal ini disebabkan karena hanya ada satu orang tua yang membesarkan anak. Bila diukur dengan angka mungkin lebih sedikit sifat positif yang ada dalam diri suatu keluarga dengan satu orang tua dibandingkan dengan keluarga dengan orang tua tunggal. Orang tua tunggal ini menjadi lebih penting bagi anak dan perkembangannya karena orang tua tunggal ini tidak mempunyai pasangan untuk saling menopang.
Pilihan untuk menjadi orang tua tunggal adalah pilhan yang sangat berat, walaupun demikian daripada aborsi dan menambah beban dosa, mereka lebih ikhlas menjadi oarng tua tunggal. Untuk iini mereka juga harus siap menerima reaksi dari orang tua, keluarga dan dikucilkan entah untuk sementara atau untuk selamanya. Belum lagi menjadi gunjingan maupun dicibirkan oleh teman, tetangga maupun rekan kerja. Untuk menjalani semua itu dibutuhkan kekuatan hati dan daya juang yang tinggi, termasuk mengikis perasaan dendam kepada silelaki notabene ayah dari anaknya sendiri. Sedangkan bagi perempuan yang sudah menikah siap atau tidak predikat janda dengan anak yang disandangnya. Untuk menjadi orang tua tunggal itu tidaklah mudah.

E. Penyebab Orang Tua Tunggal
Ada dua jenis kategori orang tua tunggal yaitu yang sama sekali tidak pernah menikah dan sempat atau pernah menikah. Mereka menjadi orang tua tunggal bisa saja disebabkan, karena ditinggal mati lebih awal oleh pasangan hidupnya, ataupun akibat perceraian atau bisa juga ditinggal oleh sang kekasih yang tidak mau bertanggung jawab atas perbuatannya, dan kebanyakan terjadi dikalangan remaja yang terlibat dalam pergaulan bebas. Penyebab single parent antara lain :
• Perceraian
• Kematian
• Kehamilan diluar nikah
• Bagi seorang wanita atau laki-laki yang tidak mau menikah, kemudian mengadopsi anak orang lain (majalah ayah bunda)
Seorang ibu dapat menjadi orang tua tunggal mungkin karena kematian suaminya atau perceraian, dan beberapa ibu tentu tidak pernah menikah lagi, termasuk mereka yang memilih memlih menjadi ibu tunggal. Saat ini percerraian menjadi cara yang umum untuk menjadi orang tua tunggal. Ibu yang bercerai lebih banyak mengalami kesulitan dalam masalah kekuasaan dan kedisiplinan. Beberapa ibu menjelaskan tentang beratnya mengemban tugas tersebut. Para ibu ini mulai terpaksa mulai bekerja diluar rumah untuk pertama kalinya guna memenuhi kebutuhan keuangan keluarganya dengan gaji pertama yang tidak begitu banyak. Beberapa diantaranya juga tidak dapat lagi menggantungkan kebutuhan keuangan dan emosonalnya kemantan suaminya.
George Levinger mengambil 600 sampel pasangan suami-istri yang mengajukan perceraian dan mereka paling sedikit mempunyai satu orang anak di bawah usia 14 tahun. Levinger menyusun sejumlah kategori keluhan yang diajukan, yaitu:
(1) pasangannya sering mengabaikan kewajiban rumah tangga dan anak, seperti jarang pulang ke rumah, tidak ada kepastian waktu berada di rumah, serta tidak adanya kedekatan emosional dengan anak dan pasangan;
(2) masalah keuangan (tidak cukupnya penghasilan yang diterima untuk menghidupi keluarga dan kebutuhan rumah tangga);
(3) adanya penyiksaan fisik terhadap pasangan;
(4) pasangannya sering berteriak dan mengeluarkan kata-kata kasar serta menyakitkan;
(5) tidak setia, seperti punya kekasih lain dan sering berzina dengan orang lain;
(6) sering mabuk dan judi;
(7) ketidakcocokan dalam melaksanakan hubungan seksual;
(8) keterlibatan/ campur tangan dan tekanan sosial dari pihak kerabat pasangannya;
(9) kecurigaan, kecemburuan serta ketidakpercayaan dari pasangannya;
(10) berkurangnya perasaan cinta sehingga jarang berkomunikasi, kurangnya perhatian dan kebersamaan di antara pasangan;
(11) tuntutan yang dianggap berlebihan sehingga pasangannya sering menjadi tidak sabar, tidak ada toleransi dan dirasakan terlalu “menguasai”; (melalui Ihromi, 2004; 155)

F. Dampak orang tua tunggal terhadap kehidupan wanita termasuk reproduksi
Ibu yang bercerai ataupun wanita yang memutuskan untuk menjadi ibu tunggal seringkali terlalu dibebani dengan masalah ekonomi, mereka cenderung tidak memliki uang untuk menikmati hidup, dan tak bisa memikirkan dirinya sendiri karena terlalu banyak pikiran yang tercurah untuk anak-anaknya. Adapun dampak terhadap tarhadap reproduksinya yaitu kebutuhan seksual oarng tua tunggal tidak terpenuhi, sehingga terkadang merka berfikir untuk mencari pendamping hidup ataupun sekedar mmencari pelarian, namun adapula sebgian wanita yang merasa trauma dengan lelaki sehingga mreka lebih cendrung menyukai sesame jenisnya.
Banyak ibu tunggal saat ini belum pernah menikah. Peningkatan jumlah perempuan menghabiskan 20-an mereka membangun diri dalam karir mereka dan tidak serius keinginan anak-anak sampai mereka mencapai usia 30-an. Pada saat itu mereka mungkin merasa bahwa jika mereka menunggu sampai mereka bertemu jodoh yang cocok, mungkin terlalu terlambat untuk melahirkan anak. Ide memiliki anak di luar perkawinan juga menjadi lebih luas diterima oleh wanita yang lebih muda.
Beberapa wanita yang memilih untuk ibu tanpa perkawinan memilih untuk menjadi hamil dengan cara inseminasi buatan. Tetapi banyak menemukan bahwa beberapa dokter tidak mau artifisial membuahi seorang wanita yang belum menikah. Beberapa yang memilih inseminasi buatan benar-benar tidak ingin menjadi emosional terlibat dengan ayah dari anak dan merasa ini akan dihindari jika mereka tahu dia. Lainnya, terutama perempuan lesbian, memilih inseminasi buatan hanya karena tidak memerlukan hubungan pribadi dengan pasangan laki-laki. Yang lain ingin membesarkan anak sendiri dan takut bahwa jika mereka tahu ayah, ia kemudian bisa membuat klaim pada anak.
Beberapa wanita yang menginginkan anak tanpa menikah memilih mitra yang bersedia untuk ayah anak dengan tanpa pamrih. Lain setuju ayah diakui akan terlibat dalam kehidupan anak walaupun orang tua tidak akan menikah.
Apapun pilihan mereka, bagaimanapun, ibu-ibu ini bebas untuk membesarkan anak-anak mereka sesuai dengan ide-ide mereka sendiri dan nilai-nilai, dan mereka menuai banyak manfaat orangtua. Di sisi lain, mereka melakukan tanggung jawab yang berat dan risiko kesepian pengasuhan tanpa mitra dengan siapa untuk berbagi baik beban dan waktu yang baik. Untuk alasan ini, dukungan kelompok untuk ibu tunggal tersebut telah mulai musim semi up-setidaknya di beberapa kota besar (dan juga di Internet).

G. Peran Seks dalam Perkawinan
Seks memegang peran penting dalam sebuah perkawinan. Pasangan suami-istri membutuhkan seks sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan biologis mereka dan sarana untuk menghasilkan generasi baru. Berdasarkan berbagai survei di Amerika, % dari perceraian yang terjadi diberikan kepada wanita. Fenomena ini menggambarkan konsep/paradigma wanita dalam memandang arti perkawinan yang lebih besar bagi mereka dari pada laki-laki, ketergantungan mereka dan kepuasan untuk penyesuaian diri terhadap kehidupan itu sendiri (Goode, 2004; 196). Sebaliknya, terdapat satu pengembangan penelitian yang menemukan bahwa para suami lebih sering melakukan perceraian. Argumentasinya adalah hampir semua waktu, energi dan tenaga suami dihabiskan di luar rumahnya. Kesempatan atau keadaan demikian membuka peluang kepada suami untuk terlibat dalam tingkah laku yang rentan terhadap keharmonisan keluarganya. Suami boleh saja menjalin banyak persahabatan dengan lawan jenisnya. Akibatnya, terjadi jarak atau kurangnya keterikatan kepada rumahnya sebagaimana halnya, istrinya, dan lebih banyak kemungkinan untuk memperoleh kegembiraan hiburan, dan juga kesibukan di luar rumah. (Goode, 2004: 197).
Goode lebih lanjut menjelaskan bahwa norma-norma persamaan hak modern, kelakuan sang suami itu mungkin membuat sang istri tidak bahagia. Sementara, bagi sang suami, istrinya tidak mempunyai banyak kekuasaan/otoritas untuk mengendalikan atau memaksanya agar mengikuti kemauannya. Sang istri pada permulaan, sedikit kemungkinan menginginkan perceraian, sedangkan sang suami kemungkinan merasa bersalah untuk menuntut hal itu. Hasilnya ialah bahwa laki-laki mungkin mengembangkan pola tingkah laku yang menimbulkan celaan, kutukan dan pelecehan bagi sang istri sebagai bagian dari memuncaknya pertengkaran antar keduanya yaitu membuat dirinya tidak disukai, ia menimbulkan dalam diri istrinya (dengan sengaja atau tidak) keinginan untuk memutuskan hubungan perkawinan (2004; 197).

H. Dampak Perceraian terhadap Mantan Pasangan Suami – Istri
Menurut Karim, konsekuensi utama yang ditanggung oleh mantan pasangan suami-istri pasca perceraian adalah masalah penyesuaian kembali terhadap peranan masing-masing serta hubungan dengan lingkungan sosial (social relationship) (melalui Ihromi, 2004:156).
Goode mengamati proses penyesuaian kembali (readjustment) dalam hal perubahan peran sebagai suami-istri dan memperoleh peran baru. Perubahan lain adalah perubahan hubungan sosial ketika mereka bukan lagi sebagai pasangan suami-istri. Penyesuaian kembali ini termasuk upaya mereka yang bercerai untuk menjadi seseorang yang mempunyai hak dan kewajiban individu, jadi tidak lagi sebagai mantan suami atau mantan istri (melalui Karim, 2004:156).
Krantzler menyatakan perceraian bagi kebanyakan orang dipandang sebagai masa transisi yang penuh kesedihan, artinya masyarakat atau komunitas sekitar ikut berperan sebagai “wasit atau pengadilan” dalam menilai perceraian itu sebagai sesuatu yang “tidak patut” (melalui Karim, 2004:157).
Waller menilai pasca perceraian sebagai masa yang kurang dan hilang dalam kehidupan pasangan suami-istri yang bercerai. Seseorang pada masa ini dilanda perasaan “ambivalen” antara melihat perceraian sebagai sesuatu yang membahagiakan dan membebaskan dan munculnya rasa sedih mengenang kebersamaan pada masa-masa indah dulu (melalui Karim, 2004:157). Sementara, Scanzoni dan Scanzoni (lewat Karim) menilai setelah perceraian seseorang tidak perlu bersedih dan tidak perlu menghampiri kembali mantan pasangannya. Alasannya adalah perceraian itu sendiri menandakan rasa benci dan ketidaksenangan hidup bersama lagi (melalui 2004:157).
Terdapat dua hal utama yang menjadi fokus pengamatan Goode terhadap pasangan suami istri yang bercerai yaitu perubahan-perubahan yang terjadi di dalam hubungan sosial di mana mereka bukan lagi sebagai pasangan suami istri serta peran sebagai suami atau istri dan memperoleh peran baru (2004: 165)
Mel Krantzler (lewat Ihromi 2004), seorang konsultan masalah perceraian mengamati bahwa perceraian merupakan sebuah masa transisi yang penuh kesedihan. Masa penuh kesedihan atau kedukaan apabila dikaitkan dengan harapan-harapan masyarakat. Apabila masyarakat memandang perceraian sebagai sesuatu yang “tidak patut”, maka dalam proses penyatuan kembali, seseorang akan merasakan beratnya tantangan yang harus dihadapi karena perceraian.
Perceraian antara pasangan suami-istri menghasilkan dampak lain yaitu masalah penyesuaian kembali terhadap peranan masing-masing serta hubungan dengan lingkungan sosial (social relationship), (Goode lewat Ihromi, 2005: 156)
Scanzoni and Scanzoni kemudian membuat sintesa atas konsep-konsep pemikiran Krantzler (lewat Ihroni 2004: 157) dalam tulisan “creative Divorce”. Menurut Kranztler perceraian memberikan peluang kepada seseorang untuk memperoleh pengalaman-pengalaman serta kreativitas baru guna mengisi kehidupan menjadi lebih baik dan menyenangkan dari sebelumnya. Krantzler berpendapat bahwa perceraian tidak harus diartikan sebagai kegagalan yang membawa kesedihan bagi seseorang. Untuk menguatkan pandangannya, ia mengutip tulisan Herman Hesse (penulis puisi dan novel) yang pernah mengalami perceraian sebanyak dua kali yaitu “Be ready bravely and without remorse to fin now light that old ties cannot give'”
Scanzoni and Scanzoni (lewat Ihroni 2004) mengatakan pasca perceraian seseorang tidak perlu bersedih dan tidak perlu mengharapkan kembali mantan pasangannya. Alasannya adalah perceraian itu sendiri menandakan adanya rasa benci dan tidak senang hidup bersama lagi. Perceraian tidak harus ditangisi dan seseorang tidak perlu membenamkan dirinya dalam kesedihan atau kedukaan secara berlebihan karena kehilangan banyak yang pernah dimilikinya dan dirasakannya selama hidup bersama pasangannya. Scanzoni dan Scanzoni kembali mendengarkan, mantan pasangan suami istri seyogyanya menyadari bawah “kebersamaan” dan saling ketergantungan diantara mereka telah berakhir.
I. Masalah orang tua tunggal
Masalah utama bagi orang tua tunggal khususnya bagi wanita yaitu pada masalah ekonomi, dan bagi pria mereka lebih cenderuung mengalami kesulitan menjadi seorang ibu, yang tidak terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Bagi wanita yang bersatatus ibu tunggal, yang diakibatkan oleh pergaulan bebas ataupun karena korban perkosaan, mereka cenderung sulit menerima kehadiran anaknya, belum siap menerima kenyataan bahwa dirinya kini sudah berstatus ibu, cibiran tetangga, dan masalah-masalah yang timbul selanjutnya yang beerhubungan dengan status anaknya, bahkan mungkin pertanyaan anaknya yang ingin mengetahui dimana ayah mereka. Hl inilah yang membuat sebagian besar wanita mengalami depresi yang menyandang sebagai ibu tunggal. Namun tidak semua pula para ibu tunggal yang berfikiran seperti itu, misalnya salah satu selebriti papan atas yang mengaku siap menjadi orang tua tunggal, dan siap menerima segala konsekuensinya sebagai ibu tunggal dan baginya ia menikmati perannya sebagai ibu walaupun tanpa adanya sesosok ayah untuk anaknya.

J. Penaggulangan orang tua tunggal
Orang tua tunggal bisa tetap bahagia menjalani hidup ini dengan tetap menggunakan pendekatan yang positif. Dengan menjadikan hsl-hsl ysng positif dalam hidup menjadi pemicunya, maka kebahagiaan tersebut juga bisa didapatkan. Barikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orang tua tunggal agar tetap bisa bahagia :
• Focus pada anak-anak. Jika anak-anak adalah pusat kehidupan anda, dengan sendirinya anak-anak tersebuta akan menhetahui dan merespons apapun yang terjadi pada diri orang tuanya.
• Mengenal diri sendiri. Ini adalah waktu yang tepat untuk mengenal diri sendiri dan merasa nyaman dengan kesendirian tinggalkan segala pikiran yang negative tentang kesendidrian dan berlatihlah untuk merasa cukup nyaman dengan diri sendiri.
• Libatkan anak-anak dalam mencerminkan peran orang tua yag hilang. Dalam hal ini bukan berarti harus menemukan pengganti dari seorang ibu atau ayah, tapi bisa dengan membuata anak dekat dengan paman, bibi atau kakek dan nenek untuk mengisi kekosongan salah satu orang tua.
• Biarkan anak-anak tahu bahwa dirinya dapat melengkapkan hidup anda. Jika anda percaya bahwa anda tetap bisa bertahan tanpa seorang laki-laki atau seorang perempuan disamping anda maka anak-anakpun akan mempercayai itu. Karena anak adalah cerminan oleh apa yang dirasakan oleh orang tuanya.
• Memahami bahwa anda tidak bisa menjadi segalanya bagi anak-anak. Dengan memahami hal tersebut akan membuat merasa tidak terlalu tertekan namun bukan berarti anak-anak tidak bisa kasih saying yang sempurna. Kasih saying bisa didapatkan dari saudara atau orang-orang terdekat anda.

K. Dampak Single Parent Dikaitkan Dengan Fungsi Keluarga :
• Fungsi seksual dan reproduksi
• Fungsi sosialisasi
• Fungsi ekonomi
• Fungsi budaya
• Fungsi edukasi
• Fungsi agama
• Fungsi perlindungan

L. Hal-Hal Yang Perlu Dilakukan Oleh Single Parent
1. Keterbukaan
Menyandang status single parent (janda/duda) sebenarnya bukanlah suatu hal yang harus ditutup-tutupi. Ketika masyarakat menilai status itu dengan prasangka negatif, sebagian orang justru bisa menunjukan bahwa menjadi single parent justru bukan sesuatu yang buruk.
2. Mengisi waktu
Sebagai manusia biasa, kehilangan pasangan hidup bisa menimbulkan rasa kesepian, rasa kesendirian yang mendalam biasanya muncul ketika dia sedang dilanda masalah.

3. Membuka diri untuk masa depan
Berbagi cerita dengan orang-orang yang bernasib sama adalah salah satu terapi yang bisa dilakukan untuk mengurangi tekanan psikologis. Kegiatan ini juga dilakukan oleh mereka yang tidak siap menjalani statusnya sebagai single parent (janda/duda). Melalui komunitas berbagi ini mereka dapat membuka diri untuk pergaulan meski tetap masih memilih-milih teman.

Adapun hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Oleh Single Parent Berkaitan Dengan Anaknya, antaralain :
• Selain berharap ayah dan ibunya berumur panjang, anak-anak mengharapkan kedua orang tuanya itu senantiasa hadir ditengah-tengah mereka
• Terjadinya kesepahaman antara suami dan isteri dalam berbagai hal yang berhungan dengan kehidupan pribadi dapat berpengaruh pada diri anak
• Terdapatnya sistem dan aturan yang sama dalam membina rumah tangga dan mendidik anak bukan berarti meniadakan sistem dan aturan yang lain
• Tersedianya berbagai perlengkapan rumah tangga tentunya untuk kehidupan yang wajar dan tidak bermegah-megahan
• Adanya rasa kasih sayang yang bersumber dari keyakinan dan keimanan, inilah yang akan mempersatukan suami dan isteri dengan anggota keluarga yang lain

M. Dilema anak
Selain berbagi kiat cara menghadapi stigma sosial, komunitas tersebut juga dapat saling memberikan masukan tentang bagaimana menjadi orang tua tunggal, untuk selalu terbuka dengan anaknya dalam berbagai masalah. Dampak bagi mental Anak
• Ketidakhadiran ayah bagi anak perempuan tidak memberi dampak yang besar dibandingkan dengan ketidakhadiran ayah pada anak laki-laki.
• Jangan mengevaluasi anak dengan kata-kata yang negatif sehingga anak-anak kehilangan kepercayaan diri
• Libatkan dia dengan lingkungan keluarga yang memiliki anak laki-laki dan izinkan dia untuk mengambil keputusan atas nama dan untuk dirinya sendiri

N. Dampak Single Parent Bagi Perkembangan Anak
• Tidak dapat melaksanakan fungsi sosialnya dengan baik sehingga anak kurang dapat berinteraksi dengan lingkungan, menjadi minder dan menarik diri
• Pada anak single parent dengan ekonomi rendah, biasanya nutrisi tidak seimbang sehingga menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan terganggu
• Single parent kurang dapat menanamkan adat istiadat dan murung dalam keluarga, sehingga anak kurang dapat bersopan santun dan tidak meneruskan budaya keluarga, serta mengakibatkan kenakalan karena adanya ketidakselarasan dalam keluarga
• Dibidang pendidikan, single parent sibuk untuk mencari nafkah sehingga pendidikan anak kurang sempurna dan tidak optimal
• Dasar pendidikan agama pada anak single parent biasanya kurang sehingga anak jauh dari nilai agama
• Single parent kurang bisa melindungi anaknya dari gangguan orang lain, dan bila dalam jangka waktu lama, maka akan menimbulkan kecemasan pada anak atau gangguan psikologis yang sangat berpengaruh pada perkembangan anak

O. 6 Karakter Dalam Keluarga Single Parent Yang Prima
• Adanya kualitas waktu yang dihabiskan bersama dalam anggota keluarga.
• Memberikan perhatian lebih, termasuk dalam hal-hal kecil, seperti meninggalkan pesan yang melukiskan perhatian dari orang tua
• Keluarga yang prima adalah keluarga yang saling komitmen satu sama lainnya
• Menghormati satu sama lain, contohnya : dengan mengucapkan atau mengekspresikan rasa sayang kepada anak-anak, mengucapkan terima kasih pada saat anak-anak selesai melakukan tugas yang diberikan
• Kemampuan berkomunikasi penting dalam membangun keluarga yang prima
• Kondisi krisis dan stress dianggap sebagai tahapan kesempatan untuk terus berkembang

P. Pentingnya Konseling Agar Dapat :
• Menyesuaikan diri terhadap lingkungan
• Penerimaan ibu dan anak dalam lingkaran keluarga
• Masuk dalam lingkungan keluarga/masyarakat secara wajar
• Upaya menyatukan kembali keluarga, bagi keluarga mereka yang ditelantarkan suami/ayah


BAB III
KESIMPULAN

Secara umum single parents berdampak pada tidak berjalannya fungsi keluarga, yang antara lain :
• Fungsi seksual dan reproduksi
• Fungsi sosialisasi
• Fungsi ekonomi
• Fungsi budaya
• Fungsi edukasi
• Fungsi agama
• Fungsi perlindungan
Dalam hal kesehatan reproduksi, single parents berdampak pada kebutuhan seksual oarng tua tunggal tidak terpenuhi, sehingga terkadang merka berfikir untuk mencari pendamping hidup ataupun sekedar mmencari pelarian, namun adapula sebgian wanita yang merasa trauma dengan lelaki sehingga mreka lebih cendrung menyukai sesame jenisnya.


DAFTAR PUSTAKA

http://www.kesehatanreproduksi.com/
http://hadikuntoro.blogspot.com/2007/09/single-parent.html
http://retnowati.blogspot.com/2005/03/single-parent-menyiapkan-kemandirian.html

Comments (2) »

Makalah saluran dan jaringan distribusi

BAB I
PENDAHULUAN

Perkembangan perekonomian di era globalisasi saat ini sangatlah pesat dan dinamis, Hal itu mengakibatkan adanya persaingan dalam perdagangan bebas untuk mengusai dan merebut pangsa pasar. Oleh karena itu perusahaan harus berusaha memanfaatkan segala sumber daya atau instrumen yang dimilikinya secara optimal dalam perencanaan serta operasinya. Dalam hal ini, perusahaan harus mampu mengefektifkan strategi pemasaran yang baik untuk mengetahui karakteristik selera dan keinginan pembeli dengan melakukan serangkaian kebijakan dalam pemasaran.
Dalam mempelajari arus barang dan jasa dari produsen ke konsumen perusahaan melakukan kegiatan pemasaran. Kegiatan pemasaran merupakan salah satu kegiatan pokok yang dilakukan perusahaan. Kegiatan itu terdiri dari perencanaan produk, penetapan harga, distribusi dan promosi. Distribusi merupakan faktor penting dalam pemasaran. Adapun definisi distribusi adalah Saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau pemakai industri (Swastha : 1996). Dalam menyampaikan produk dari produsen ke konsumen perusahaan harus menentukan metode dan saluran distribusi yang akan digunakan baik melalui distribusi langsung maupun distribusi tidak langsung. Distribusi langsung adalah penyaluran produk ke konsumen akhir dengan tidak mengunakan perantara, sedangkan distribusi tidak langsung adalah penyaluran produk ke konsumen akhir dengan menggunakan perantara.
Saluran distribusi berpengaruh terhadap peningkatan volume penjualan, karena banyak sedikitnya produk yang sampai ke tangan konsumen ditentukan oleh perantara yang merupakan penghubung dari produsen ke konsumen. Dengan pemilihan saluran distribusi yang benar produk kita akan sampai pada konsumen secara cepat dan dapat bersaing dengan produk lainnya yang ada di pasar.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Saluran Distribusi
Saluran distribusi adalah:
Saluran/cara yang digunakan produsen untuk menyalurkan/menyebatkan (menjual) produk dari produsen (penghasil) pada konsumen (pemakai)
Distribusi merupakan bagian dari kegiatan pemasaran yang meliputi:
– penjualan
– pembungkusan
– pengepakan
– pengangkutan dan
– pengiklanan

B. Pokok-pokok saluran distribusi:
Perusahaan (pengusaha) berhak memilih dan menetapkan penyaluran produknya melalui distributor (pedagang besar) yang dapat menyalurkan pada sub distributoir (pedagang menengah) dan diteruskan kepada pengecer (pedagang kecil) nselanjutnya pengecer menjual kepada konsumen akhir (pemakai).
Penyaluran penjualan dari produsen pada pemakai :
a. Sarana saluran distribusi ada beberapa cara :
1. door to door (pintu ke pintu)
2. dengan surat menyurat
3. disalurkan melalui took/warung/kios sendiri
4. dititipkan di took/warung/kios pihak lain
5. mengadakan kerjasama dengan persh lain.

C. Jenis-Jenis Saluran Distribusi
Dalam perekonomian yang telah maju, para produsen tidak menjual hasil produksi mereka secara langsung kepada pemakai akhir. Banyak cara yang dapat digunakan untuk mendistribusikan barang dan juga kepada pembeli. Sebuah perusahaan mungkin mendistribusikan barangnya secara langsung kepada konsumen meskipun jumlahnya cukup besar, sedangkan perusahaan lain mendistribusikan produknya lewat perantara. Dan tidak sedikit perusahaan yang menggunakan beberapa kombinasi saluran distribusi untuk mencapai segmen pasar yang berbeda.

D. Alternatif Penyaluran Barang
Setelah menentukan saluran distribusi yang akan dipakai, perusahaan/produsen perlu menentukan jumlah perantara untuk ditempatkan sebagai pedagang besar atau pengecer. Dalam hal ini produsen mempunyai tiga alternatif, yaitu:
1. Distribusi Intensif Distribusi intensif ini dapat dilakukan oleh produsen yang menjual barang konvenien. Perusahaan berusaha menggunakan penyalur, terutama pengecer sebanyak- banyaknya untuk mencapai konsumen. Semua ini dimaksudkan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan konsumen. Makin cepat konsumen terpenuhi kebutuhannya, mereka makin merasakan kepuasan. Sedangkan untuk barang industri, distribusi intensif ini biasanya untuk jenis operating supplies atau barang standard lainnya, seperti minyak pelumas, dan sebagainya.
2. Distribusi Selektif
Perusahaan yang menggunakan distribusi selektif ini berusaha memilih suatu jumlah pedagang besar dan atau penyalur yang terbatas dalam suatu daerah geografis tertentu. Hal ini dimaksudkan untuk lebih memfokuskan pemasaran produknya kepada konsumen tertentu, sehingga dapat menjamin produknya sampai dan dapat memenuhi kebutuhan konsumen
3. Distribusi Ekslusif
Distribusi ekslusif digunakan oleh perusahaan atau produsen dengan menggunakan satu pedagang besar atau pengecer dalam daerah pasar tertentu. Jadi perusahaan atau produsen hanya menjualkan barangnya kepada satu pedagang besar ataupun pengecer saja. Hal ini dilakukan untuk memudahkan pengawasan, terutama pengawasan terhadap tingkat harga eceran yang dibebankan kepada konsumen, dan juga pada usaha kerja dengan penyalur dalam periklanan. Dalam hal ini penyalur sendiri juga memiliki keuntungan karena banyak pembeli yang akan membeli kepadanya. Pada umumnya distribusi eksklusif ini banyak digunakan :
a) Untuk barang-barang special
b) Apabila penyalur bersedia membuat persediaan dalam jumlah besar, sehingga
pembeli lebih leluasa dalam memilih produk yakan dibelinya.
c) Apabila produk yang dijual memerlukan servis sesudah penjualan, seperti:
pemasangan, reperasi, dan sebagainya.

E. Fungsi – Fungsi Utama Saluran Distribusi
Sebuah saluran pemasaran melakukan tugas memindahkan barang atau jasa dari produsen ke konsumen. la mengatasi sepanjang waktu, tempat dan kepemilikan yang memisahkan barang dan jasa dari calon pemakainya. Anggota saluran pemasaran melaksanakan sejumlah fungsi utama sebagai berikut:
1) Informasi; Pengurnpulan dan penyebaran informasi riset pemasaran mengenai pelanggan, pesaing dan pelaku lain,serta kekuatan dalam lingkungan pemasaran yang potensial pada saat ini.
2) Promosi; Pengembangan dan penyebaran komunikasi persuasif mengenai penawaran yang dirancang untuk menarik pelanggan.
3) Negosiasi; usaha untuk meneapai persetujuan akhir mengenai harga, dan syarat lain sehingga transfer kepemilikan dapat dilakukan.
4) Pemesanan; Komunikasi terbaik dari anggota saluran pemasaran dengan produsen mengenai minat untuk membeli.
5) Pembiayaan; perolehan dan alokasi dana yang dibutuhkan untuk membiayai persediaan pada tingkat saluran pemasaran yang berbeda.
6) Pengambilan resiko; asumsi resiko yang berhubungan dengan pelaksanaan fungsi saluran pemasaran tersebut.
7) Pemilikan fisik; kesinambungan penyimpanan dan pergerakan produk fisik dari bahan mentah sampai ke pelanggan akhir.
8) Pembayaran; pembeli membayar tagihannya kepada penjual lewat bank dan institusi keuangan lainnya.
9) Hak milik; transfer kepemilikan sebenarnya dari satu organisasi atau orang ke organisasi atau orang yang lain.

F. Transportasi / Pengangkutan
Transportasi dan pergudangan secara historis tercakup dalam logistik atau distribusi fisik Biasanya kegiatan pengangkutan dan pergudangan dipandang sebagai kegiatan terpisah. lstilah pengangkutan dan penyimpanan dapat didefinisikan sebagai berikut:
Pengangkutan adalah: Pemindahan barang melalui suatu jalur yang mengambil tempat diantara lembaga-lembaga saluran atau antara lembaga saluran dengan konsumen.
Penyimpanan atau pergudangan adalah : Pengamanan barang-barang selama dibutuhkan.

Memilih Jenis Alat Angkutan Umum
Pemilihan jenis alat angkutan umum yang akan digunakan oleh perusahaan dapat dilakukan dengan mendasarkan kepada berbagai faktor yaitu:
a. Karakteristik Operasinya
b. Biaya Total
c. Pendekatan Biaya Transport
a. Karakteristik Operasinya
Keputusan manajemen untuk menggunakan. Alat angkutan umum dapat didasarkan kepada penilaian karakteristik operasinya, yaitu: kecepatan dalam pengiriman, kapasitas, fleksibilitas operasinya, dan ketergantungan dari jasa tersebut. Untuk memilih jenis alat angkutan umum yang digunakan, dapat dibuat urutan-urutan penilaian dengan mendasarkan pada karakteristik operasinya.
b. Pendekatan Biaya Total
Adanya manajemen logistik yang baik akan memudahkan bagi manajer dalam mengadakan pengawasan serta menguranagi biaya operasinya. Pengangkutan dengan kereta api memang lebih menghemat biaya dibandingkan dengan pesawat udara, tapi pengangkutan dengan kereta api yang lebih lambat tersebut dapat memperpanjang jangka waktu pembayaran dari langganan, bahkan pelanggan dapat beralih kepada pesaing yang menawarkan pengiriman yang lebih cepat. Dengan pendekatan biaya total, jumlah biaya dari suatu sistem distribusi dapat dilihat dengan rumus :
O = T + FW + VW + S

Dimana
D = Biaya distribusi total
T = Biaya pengangkutan total
FW = Biaya simpan (digudang tetap total)
VW = Biaya simpan (digudang) variabel total, termasuk persediaan
S = Total dari penjualan yang hilang untuk menyeimbangkan kelambatan dalam
pengiriman.

c. Pendekatan Biaya Transport
Sebelum menyesuaikan biaya distribusinya, sering perusahaan sudah mendirikan pabrik dan gudangnya. Akibatnya perusahaan harus menyusun kembali fasilitas logistik yang dipakai. Dalam hal ini perusahaan mempunyai beberapa alternatif pilihan untuk menggunakan alat angkut dipabrik dan gudang yang sudah berdiri yaitu:

􀂙 Alat angkut yang diperlukan harus dibeli
􀂙 Alat angkut yang diperlukan harus disewa dari perusahaan lain dan menggunakannya dengan bebas.
􀂙 Menggunakan alat angkut umum
􀂙 Menggunakan kombinasi dari ketiganya.

G. Penentuan Lokasi Gudang
Dalam penentuan lokasi gudang, kepurusan manajemen dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu:
a. Jenis barang
b. Biaya transport
c. Pasar
d. Sewa
e. Penyediaan tenaga kerja
f. Pajak
g. Kondisi Geografis
h. Persaingan
Penting tidaknya faktor tersebut tergantung pada keadaan pabrik atau perantara dalam saluran. Disini lebih ditekankan pada penggunan fasilitas milik sendiri walaupun pemilihan untuk menggunakan gudang umum juga didasarkan pada faktor yang sama.
Untuk beberapa jenis barang tertentu seperti hasil tambang, dan hasil pertanian sering memerlukan tempat penyimpanan yang dekat dengan tempat sumbernya. Selain ongkos transportnya rendah, pengangkutannya juga lebih mudah. Penentuan gudang yang didekatkan dengan sumber bahan bakunya disebut product oriented location. Sedangkan market oriented location merupakan penentuan letak gudang yang dekat dengan langganan atau pasarnya. Gudang yang letaknya dekat dengan pasar ini diperuntukkan bagi barang yang mudah rusak, seperti: roti basah, buah-buahan, dan sebagainya.
Jenis fasilitas gudang yang digunakan dapat dibedakan menjadi dua macam, apakah untuk kepeluan dalam ruangan dengan satu lantai atau lebih. Untuk keperluan dalam ruangan yang memiliki dua lantai atau lebih memerlikan adanya alat angkutan yang bisa dinaik turunkan, sedang untuk ruangan yang satu lantai cukup menggunakan Alat-alat yang dapat bergerak secara vertikal.Persediaan dan peralatan, penempatannya perlu dikombinasikan sedemikian rupa untuk mencapai suatu tingkat yang efisien. Peralatan yang dipakai, seperti forklif, truck, conveyer, dan sebagainya harus disesuaikan dengan produk yang disimpan. Barang-barang yang mudah rusak sebelum dipindahkan harus dibuatkan tempat atau pembungkus sebagai pelindung. Ini dimaksudkan agar supaya tidak menga1ami kerusakan dalam pengangkutannya.

BAB III
PENUTUP

Berdasarkan uraian diatas, dapatlah kita menyadari betapa pentingnya masalah saluran distribusi didalam memasarkan dan menjual suatu produk ataupun jasa. Oleh itu setiap perusahaan haruslah dapat memilih dan menentukan saluran distribusi yang sesuai dengan keadaannya, karena saluran distribusi yang tepat untuk satu perusahaan belum tentu tepat dan cocok bila digunakan oleh perusahaan yang lain, demikian juga sebaliknya.
Apabila perusahaan sudah memiliki saluran distribusi yang sesuai , maka sebaiknya perusahaan juga dapat menjalin dan memelihara kerjasama yang lebih baik lagi, terutama dengan para agen baik yang berada didalam maupun diluar negeri, dan menjauhkan kemungkinan timbulnya kontlik diantara mereka, sehingga arus distribusi produk maupun jasa dapat berjalan dengan lancar.
Kelancaran penyaluran produk ataupun jasa sampai kepada pemakai akhir, tentu saja sangat mempengaruhi kemajuan perusahaan baik dari segi keuntungan yang diperoleh dari jumlah penjualan yang besar, maupun dari segi kepercayaan dan pandangan yang baik konsumen terhadap perusahaan. Semua itu akan sangat membantu perusahaan untuk tetap maju dan berkembang didalam persaingan bisnisnya

DAFTAR PUSTAKA

1. http://ammarawirausaha.blogspot.com/2011/03/sistem-distribusi-barang.html
2. http://id.shvoong.com/business-management/entrepreneurship/1947335-saluran-dan-jaringan-distribusi/
3. A1ex S. Nitisemito, Marketing, Ghalia Indonesia, Jakarta 1984
4. Basu Swastha D.H. [dan] lrawan, Manajemen Pemasaran Modern, Liberty Yogyakarta, 1990
5. Barry Berman [and] Joel R.Evans, Retail Management. A StraTegic Approach, Prentice Hall, New Jersey, 1998

Leave a comment »

MAKALAH PENGOLAHAN SAMPAH

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pertambahan jumlah penduduk, perubahan pola konsumsi, dan gaya hidup masyarakat telah meningkatkan jumlah timbulan sampah, jenis, dan keberagaman karakteristik sampah. Meningkatnya daya beli masyarakat terhadap berbagai jenis bahan pokok dan hasil teknologi serta meningkatnya usaha atau kegiatan penunjang pertumbuhan ekonomi suatu daerah juga memberikan kontribusi yang besar terhadap kuantitas dan kualitas sampah yang dihasilkan. Meningkatnya volume timbulan sampah memerlukan pengelolaan. Pengelolaan sampah yang tidak mempergunakan metode dan teknik pengelolaan sampah yang ramah lingkungan selain akan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan juga akan sangat mengganggu kelestarian fungsi lingkungan baik lingkungam pemukiman, hutan, persawahan, sungai dan lautan.
Berdasarkan Undang-Undang No. 18 Tahun 2008, sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. Pengelolaan sampah dimaksudkan adalah kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah. Berdasarkan sifat fisik dan kimianya sampah dapat digolongkan menjadi: 1) sampah ada yang mudah membusuk terdiri atas sampah organik seperti sisa sayuran, sisa daging, daun dan lain-lain; 2) sampah yang tidak mudah membusuk seperti plastik, kertas, karet, logam, sisa bahan bangunan dan lain-lain; 3) sampah yang berupa debu/abu; dan 4) sampah yang berbahaya (B3) bagi kesehatan, seperti sampah berasal dari industri dan rumah sakit yang mengandung zat-zat kimia dan agen penyakit yang berbahaya.
Apresiasi pemerintah dan masyarakat selalu dituntut untuk melakukan pengelolaan sampah sehingga pada gilirannya sampah dapat diolah secara mandiri dan menjadi sumberdaya. Mencermati penomena di atas maka sangat diperlukan model pengelolaan sampah yang baik dan tepat dalam upaya mewujudkan perkotaan dan perdesaan yang bersih dan hijau.

1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Makalah ini akan membahas tentang “Penanggulangan Masalah
Sampah Perkotaan Dan Perdesaan”.

1.3. Tujuan Penulisan
Tujuan disusunnya makalah untuk menyelesaikan tugas yang telah diberikan. Selain itu penyusunan ini juga untuk membuka jendela pengetahuan tentang permasalahan pengolahan sampah yang ada saat ini. Harapan penulis adalah agar makalah ini tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, akan tetapi bermanfaat juga bagi meraka yang membutuhkan untuk referensi ataupun bahan bacaan semata

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengolahan Sampah
Untuk menangani permasalahan sampah secara menyeluruh perlu dilakukan alternatif-alternatif pengelolaan. Landfill bukan merupakan alternatif yang sesuai, karena landfill tidak berkelanjutan dan menimbulkan masalah lingkungan. Malahan alternatif-alternatif tersebut harus bisa menangani semua permasalahan pembuangan sampah dengan cara mendaur-ulang semua limbah yang dibuang kembali ke ekonomi masyarakat atau ke alam, sehingga dapat mengurangi tekanan terhadap sumberdaya alam. Untuk mencapai hal tersebut, ada tiga asumsi dalam pengelolaan sampah yang harus diganti dengan tiga prinsip–prinsip baru. Daripada mengasumsikan bahwa masyarakat akan menghasilkan jumlah sampah yang terus meningkat, minimisasi sampah harus dijadikan prioritas utama.
Sampah yang dibuang harus dipilah, sehingga tiap bagian dapat dikomposkan atau didaur-ulang secara optimal, daripada dibuang ke sistem pembuangan limbah yang tercampur seperti yang ada saat ini. Dan industri-industri harus mendesain ulang produk-produk mereka untuk memudahkan proses daur-ulang produk tersebut. Prinsip ini berlaku untuk semua jenis dan alur sampah.

2.2 Faktor Yang Berpengaruh Dalam Pengelolaan Sampah
Pengelolaan sampah bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan serta menjadikan sampah sebagai sumberdaya. Dari sudut pandang kesehatan lingkungan, pengelolaan sampah dipandang baik jika sampah tersebut tidak menjadi media berkembang biaknya bibit penyakit serta sampah tersebut tidak menjadi medium perantara menyebarluasnya suatu penyakit. Syarat lainnya yang harus dipenuhi, yaitu tidak mencemari udara, air dan tanah, tidak menimbulkan bau (tidak mengganggu nilai estetis), tidak menimbulkan kebakaran dan yang lainnya ( Aswar, 1986).
Meningkatnya volume sampah yang dihasilkan oleh masyarakat urban dapat disaksikan dari Kota Denpasar, yaitu pada tahun 2002 rata-rata produksi sampah sekitar 2.114 m3/hari yang bersumber dari sampah rumah tangga, sampah sejenis sampah rumah tangga, dan sampah spesifik. Dalam jangka waktu 4 tahun, yaitu tahun 2006, jumlah produksi sampah telah meningkat menjadi 2.200 m3/hari (Tim Kota Sanitasi Kota Denpasar, 2007). Sementara itu, rendahnya pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah menjadi suatu permasalahan yang perlu mendapat perhatian dalam pengelolaan lingkungan bersih dan sehat.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan sampah di antaranya: (1) sosial politik, yang menyangkut kepedulian dan komitment pemerintah dalam menentukan anggaran APBD untuk pengelolaan lingkungan (sampah), membuat keputusan publik dalam pengelolaan sampah serta upaya pendidikan, penyuluhan dan latihan keterampilan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah, (2) Aspek Sosial Demografi yang meliputi sosial ekonomi (kegiatan pariwisata, pasar dan pertokoan, dan kegiatan rumah tangga, (3) Sosial Budaya yang menyangkut keberadaan dan interaksi antarlembaga desa/adat, aturan adat (awig-awig), kegiatan ritual (upacara adat/keagamaan), nilai struktur ruang Tri Mandala, jiwa pengabdian sosial yang tulus, sikap mental dan perilaku warga yang apatis, (4) keberadan lahan untuk tempat penampungan sampah, (5) finansial (keuangan), (6) keberadaan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan (5) kordinasi antarlembaga yang terkait dalam penanggulangan masalah lingkungan (sampah).
Sampah semakin hari semakin sulit dikelola, sehingga disamping kesadaran dan partisipasi masyarakat, pengembangan teknologi dan model pengelolaan sampah merupakan usaha alternatif untuk memelihara lingkungan yang sehat dan bersih serta dapat memberikan manfaat lain.

2.3 Kondisi Pengelolaan Sampah Saat Ini
Bahwa pada saat ini sampah sulit dikelola karena berbagai hal, antara lain:
a. Cepatnya perkembangan teknologi, lebih cepat daripada kemampuan masyarakat untuk mengelola dan memahami porsoalan sampah,
b. Meningkatnya tingkat hidup masyarakat, yang tidak disertai dengan keselarasan pengetahuan tentang sampah
c. Meningkatnya biaya operasional pengelolaan sampah
d. Pengelolaan sampah yang tidak efisien dan tidak benar menimbulkan permasalahan pencemaran udara, tanah, dan air serta menurunnya estetika
e. Ketidakmampuan memelihara barang, mutu produk teknologi yang rendah akan mempercepat menjadi sampah.
f. Semakin sulitnya mendapat lahan sebagai tempat pembuangan ahir sampah.
g. Semakin banyaknya masyarakat yang keberatan bahwa daerahnya dipakai tempat pembuangan sampah.
h. Sulitnya menyimpan sampah yang cepat busuk, karena cuaca yang panas.
i. Sulitnya mencari partisipasi masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya dan memelihara kebersihan.
j. Pembiayaan yang tidak memadai, mengingat bahwa sampai saat ini kebanyakan sampah dikelola oleh pemerintah.
Penanganan sampah yang telah dilakukan adalah pengumpulan sampah dari sumber-sumbernya, seperti dari masyarakat (rumah tangga) dan tempat-tempat umum yang dikumpulkan di TPS yang telah disediakan. Selanjutnya diangkut dengan truk yang telah dilengkapi jarring ke TPA. Bagi daerah-daerah yang belum mendapat pelayanan pengangkutan mengingat sarana dan prasara yang terbatas telah dilakukan pengelolaan sampah secara swakelola dengan beberapa jenis bantuan fasilitas pengangkutan. Bagi Usaha atau kegiatan yang menghasilkan sampah lebih dari 1 m3/hari diangkut sendiri oleh pengusaha atau bekerjasama dengan pihak lainnya seperti desa/kelurahan atau pihak swasta. Penanganan sampah dari sumber-sumber sampah dengan cara tersebut cukup efektif.
Beberapa usaha yang telah berlangsung di TPA untuk mengurangi volume sampah, seperti telah dilakukan pemilahan oleh pemulung untuk sampah yang dapat didaur ulang. Ini ternyata sebagai matapencaharian untuk mendapatkan penghasilan. Terhadap sampah yang mudah busuk telah dilakukan usaha pengomposan. Namun usaha tersebut masih menyisakan sampah yang harus dikelola yang memerlukan biaya yang tinggi dan lahan luas. Penanganan sisa sampah di TPA sampai saat ini masih dengan cara pembakaran baik dengan insenerator atau pembakaran di tempat terbuka dan open dumping dengan pembusukan secara alami. Hal ini menimbulkan permasalahan baru bagi lingkungan, yaitu pencemaran tanah, air, dan udara.
Pengelolaan sampah dimasa yang akan datang perlu memperhatikan berbagai hal seperti:
1. Penyusunan Peraturan daerah (Perda) tentang pemilahan sampah
2. Sosialisasi pembentukan kawasan bebas sampah, seperti misalnya tempat-tempat wisata, pasar, terminal, jalan-jalan protokol, kelurahan, dan lain sebagainya
3. Penetapan peringkat kebersihan bagi kawasan-kawasan umum
4. Memberikan tekanan kepada para produsen barang-barang dan konsumen untuk berpola produksi dan konsumsi yang lebih ramah lingkungan
5. Memberikan tekanan kepada produsen untuk bersedia menarik (membeli) kembali dari masyarakat atas kemasan produk yang dijualnya, seperti bungkusan plastik, botol, alluminium foil, dan lain lain.
6. Peningkatan peran masyarakat melalui pengelolaan sampah sekala kecil, bisa dimulai dari tingkat desa/kelurahan ataupun kecamatan, termasuk dalam hal penggunaan teknologi daur ulang, komposting, dan penggunaan incenerator.
7. Peningkatan efektivitas fungsi dari TPA
8. Mendorong transformasi (pergeseran) pola konsumsi masyarakat untuk lebih menyukai produk-produk yang berasal dari daur ulang.
9. Pengelolaan sampah dan limbah secara terpadu.

2.4 Model Pengelolaan Masalah Sampah Perkotaan Dan Perdesaan
Sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pada Pasal 5 UU Pengelolan Lingkungan Hidup No.23 Th.1997, bahwa masyarakat berhak atas Lingkungan hidup yang baik dan sehat. Untuk mendapatkan hak tersebut, pada Pasal 6 dinyatakan bahwa masyarakat dan pengusaha berkewajiban untuk berpartisipasi dalam memelihara kelestarian fungsi lingkungan, mencegah dan menaggulangi pencemaran dan kerusakan lingkungan. Terkait dengan ketentuan tersebut, dalam UU NO. 18 Tahun 2008 secara eksplisit juga dinyatakan, bahwa setiap orang mempunyai hak dan kewajiban dalam pengelolaan sampah. Dalam hal pengelolaan sampah pasal 12 dinyatakan, setiap orang wajib mengurangi dan menangani sampah dengan cara berwawasan lingkungan. Masyarakat juga dinyatakan berhak berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan, pengelolaan dan pengawasan di bidang pengelolaan sampah. Tata cara partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan memperhatikan karakteristik dan tatanan sosial budaya daerah masing-masing. Berangkat dari ketentuan tersebut, tentu menjadi kewajiban dan hak setiap orang baik secara individu maupun secara kolektif, demikian pula kelompok masyarakat pengusaha dan komponen masyarakat lain untuk berpartisipasi dalam pengelolaan sampah dalam upaya untuk menciptakan lingkungan perkotaan dan perdesaan yang baik, bersih, dan sehat.
Beberapa pendekatan dan teknologi pengelolaan dan pengolahan sampah yang telah dilaksanakan antara lain adalah:
1. Teknologi Komposting
Pengomposan adalah salah satu cara pengolahan sampah, merupakan proses dekomposisi dan stabilisasi bahan secara biologis dengan produk akhir yang cukup stabil untuk digunakan di lahan pertanian tanpa pengaruh yang merugikan (Haug, 1980). Penelitian yang dilakukan oleh Wahyu (2008) menemukan bahwa pengomposan dengan menggunakan metode yang lebih modern (aerasi) mampu menghasilkan kompos yang memiliki butiran lebih halus, kandungan C, N, P, K lebih tinggi dan pH, C/N rasio, dan kandungan Colform yang lebih rendah dibandingkan dengan pengomposan secara konvensional.
2. Teknologi Pembuatan Pupuk Kascing
3. Pengelolaan sampah mandiri
Pengolahan sampah mandiri adalah pengolahan sampah yang dilakukan oleh masyarakat di lokasi sumber sampah seperti di rumah-rumah tangga. Masyarakat perdesaan yang umumnya memiliki ruang pekarangan lebih luas memiliki peluang yang cukup besar untuk melakukan pengolahan sampah secara mandiri. Model pengelolaan sampah mandiri akan memberikan manfaat lebih baik terhadap lingkungan serta dapat mengurangi beban TPA. Pemilahan sampah secara mandiri oleh masyarakat di Kota Denpasar masih tergolong rendah yakni baru mencapai 20% (Nitikesari, 2005).
4. Pengelolaan sampah berbasis masyarakat
Pola pengelolaan sampah berbasis masyarakat sebaiknya dilakukan secara sinergis (terpadu) dari berbagai elemen (Desa, pemerintah, LSM, pengusaha/swasta, sekolah, dan komponen lain yang terkait) dengan menjadikan komunitas lokal sebagai objek dan subjek pembangunan, khususnya dalam pengelolaan sampah untuk menciptakan lingkungan bersih, aman, sehat, asri, dan lestari. Undang-Undang tentang pengelolaan sampah telah menegaskan berbagai larangan seperti membuang sampah tidak pada tempat yang ditentukan dan disediakan, membakar sampah yang tidak sesaui dengan persyaratan teknis, serta melakukan penanganan sampah dengan pembuangan terbuka di TPA. Penutupan TPA dengan pembuangan terbuka harus dihentikan dalam waktu 5 tahun setelah berlakunya UU No. 18 Tahun 2008. Dalam upaya pengembangan model pengelolaan sampah perkotaan harus dapat melibatkan berbagai komponen pemangku kepentingan seperti pemerintah daerah, pengusaha, LSM, dan masyarakat. Komponen masyarakat perkotaan lebih banyak berasal dari pemukiman (Desa Pakraman dan Dinas), sedangkan di perdesaan umumnya masih sangat erat kaitannya dengan keberadaan kawasan persawahan dengan kelembagaan subak yang mesti dilibatkan. Pemilihan model sangat tergantung pada karakteristik perkotaan dan perdesaan serta karakteristik sampah yang ada di kawasan tersebut.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dengan diberlakukannya UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah maka diperlukan model pengelolaan sampah yang baik dan tepat untuk dikembangkan di perkotaan dan perdesaan sehingga kualitas kesehatan, kualitas lingkungan dapat ditingkatkan serta sampah dapat menjadi sumberdaya yang dapat dimanfaatkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Model hendaknya melibatkan berbagai komponen pemangku kepentingan dan memperhatikan karakteristik sampah, karakteristik perkotaan atau perdesaan serta keberadaan sosial-budaya masyarakat setempat.

3.2 Saran
Kita sebagai warga masyarakat harusnya lebih paham dan mengerti tentang pengolahan sampah dan harus lebih sadar akan kebersihan lingkungan yang kita diami. Karena dampak dari lingkungan kotor dapat mendatangkan penyakit bagi kita sendiri dan masyarakat sekitarnya. Untuk itu mulai sekarang marilah kita menggalakan hidup sehat dengan tidak membuang sampah sembarangan dan selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar kita.

DAFTAR PUSTAKA

Undang-Undang No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah
Nitikesari, Putu Ening. 2005. Analisis Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Penanganan Sampah Secara Mandiri di Kota Denpasar. Tesis Magister Program Pascasarjana Universitas Udayana, Denpasar.
PPLH UNUD. 2005. Laporan Pengkajian Penyusunan Pedoman Dan Kriteria Adipura Regional Provinsi Bali. Laporan Penelitian Kerjasama PPLH UNUD dengan PUSREG Bali-Nusra. Denpasar.
Bapedalda Provinsi Bali dan PPLH UNUD. 2005. Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Bali. Denpasar.
PPLH UNUD. 2007. Kajian Sosial Kemasyarakatan Model Pengelolaan Sampah Di Lingkungan Pemukiman Perkotaan Di Provinsi Bali. Laporan Penelitian Kerjasama PPLH UNUD dengan PUSREG Bali-Nusra. Denpasar.

Comments (1) »

contoh makalah kesekretarisan

BAB I
PENDAHULUAN

Pada era global sekarang ini, tidak ada batas lagi antar negara; seolah-olah semuanya sudah saling menyatu, saling tergantung dan saling mempengaruhi. Menghadapi situasi seperti ini, negara-negara brkembang termasuk Indonesia akan berhadapan secara langsung dengan negara-negara maju yang memang unggul dalam berbagai aspek seperti aspek sumber daya manusia, aspek modal dan aspek teknologi. Kondisi yang demikian membuat para pemimpin perusahaan membutuhkan jasa serketaris yang lebih profesional, dengan tingkat kompetensi berstandar internasional, dalam rangka bersaing dengan tenaga-tenaga serketaris yang didatangkan dari luar negeri seperti singapura dan malaysia.
Untuk itulah sekretaris perlu mengambangkan diri melalui peningkatan kompetensinya sehingga benar-benar mampu dan berkualitas tinggi dalam membantu pimpinannya. Sebaiknya sekretaris melengkapi diri dengan berbagai pengetahuan dan ketrampilan di luar tugas-tugas keserketarisan yaitu :
1. Keterampilan berkomunikasi
2. Kemampuan mencari, menginterprestasikan dan memanfaatkan informasi
3. Mampu berpikir, mengidentifikasi maslah dan mencari solusinya
4. Mampu bekerja sama dalam kelompok
5. Memiliki Human Relation skills
6. Mempunyai komitmen pada tugas
7. Senantiasa bersemangat mengembangkan diri

BAB II
PEMBAHASAN

A. Arti Sekretaris dan Kesekretarisan
Sekretaris adalah seseorang yang membantu seorang pemimpin atau badan pimpinan atau perusahaan, terutama untuk penyelenggaraan kegiatan administratif yang akan menunjang kegiatan manajerial seorang pemimpin atau kegiatyan operasional perusahaan.
Kesekretarisan adalah satuan organisasi yang melakukan rangkaian kegiatan penataan terhadap pekerjaan perkantoran dan bantuan lainnya yang dilaksanakan sebagai kegiatan penunjang supaya tujuan organisasi dicapai dengan lancar.
Kedudukan dan Peran Sekretaris
Sekretaris organisasi bertindak sebagai Kepala Sekretariat yang mempunyai wewenang membuat rencana, membuat keputusan, mengorganisir bawahan dan sarananya, melakukan pengawasan, memberi perintah, menyelenggarakan sistem komunikasi yang baik, melakukan pengarahan, penyempurnaan organisasi dan tata kerja.

B. Syarat-syarat Seorang Sekretaris
Sebagai pembantu pimpinan, seorang sekretaris harus memiliki syarat-syarat tertentu agar seorang sekretaris dapat melaksanakan perkerjaan sebaik-baiknya. Adapun syarat-syarat yang harus dimiliki untuk menjadi sekretaris adalah:
1. Syarat Kepribadian
Tidak banyak orang mempunyai bakat untuk menjadi sekretaris yang baik, namun demikian bakat saja tidak cukup bilamana kita tidak tahu kepribadian yang bagaimana harus kita punyai untuk menjadi seorang sekretaris yang baik itu.
Adapun kepribadian yang dikehendaki itu adalah sebagai berikut:
a. Harus bersikap mawas diri
b. Bersikap ramah
c. Sabar
d. Simpatik
e. Penampilan diri yang baik
f. Pandai bergaul
g. Dapat dipercaya serta memegang teguh rahasia
h. Dapat bijaksana terhadap orang lain
i. Memiliki ingatan yang baik
j. Mempunyai perhatian atas pekerjaannya, dan lain-lain
2. Syarat pengetahuan
Syarat pengetahuan ini dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu:
a. Syarat pengetahuan umum
Seorang sekretaris harus memiliki pengetahuan kemasyarakatan dan kebudayaan yang dapat mengangkat nama dari perusahaan. Misalnya:
1. Menguasai dan memahami Bahasa Indonesia dengan baik dan benar serta menguasai beberapa bahasa asing secara lisan maupun tertulis, serta memiliki pengetahuan ekstra.
2. Pengetahuan tentang misi, fungsi, tugas-tugas, serta struktur organisasi, serta susunan personil.
3. Pengetahuan tentang korespondensi dan tata kearsipan.
b. Syarat pengetahuan khusus
Pengetahuan khusus ini, maksudnya adalah sekretaris mengetahui atau mengerti hal-hal mengenai dimana sekretaris itu bekerja. Apabila sekretaris itu bekerja pada perusahaan yang bergerak pada bidang usaha perkapalan, maka ia harus mampu menguasai ilmu perkapalan, begitu pula bila perusahaan itu bidang usahanya penyewaan apartemen, maka sekretaris itu harus menguasai ilmu keapartemenan, dan sebagainya.
3. Syarat keahlian
Setiap sekretaris diharuskan memiliki keterampilan untuk menunjang pekerjaannya, keterampilan itu meliputi:
a. Mampu menyusun laporan
b. Mampu berkorespondensi
c. Mampu menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Asing lainnya
d. Teknik tata penyimpanan arsip
e. Teknik berkomunikasi dengan telepon
f. Menulis cepat dengan steno
g. Teknik mengetik surat
4. Syarat praktik
Sebelum seorang diangkat sebagai sekretaris, orang tersebut harus cukup mempunyai pengalaman dalam berbagai pekerjaan tata usaha kantor, maka dengan demikian orang itu harus mencoba menangani pekerjaan yang tanggung jawabnya belum begitu luas, misalnya: sebagai resepsionis, operator, korespondensi dan lain-lain.
(Waworuntu, 1995: 59-61)

C. Peranan Sekretaris
Pada dasarnya setiap sekretaris mempunyai peranan yang sama, yaitu membantu kelancaran pelaksanaan tugas-tugas pimpinan. Dalam melaksanakan tugas tersebut, seorang sekretaris bukan hanya berhubungan dengan pimpinannya saja melainkan juga dengan klien perusahaan, karyawan lain, juga dengan pekerjaan yang ditekuninya. Adapun peranan sekretaris adalah sebagai berikut:
1. Sekretaris sebagai duta.
Peranan sekretaris dikatakan sebagai duta yaitu sekretaris sebagai wakil dari perusahaan sehingga penampilan dan sikapnya haruslah baik dan profesional, karena sekretaris bukan hanya berhubungan dengan masyarakat tersebut.
2. Sekretaris sebagai pintu gerbang
Peranan sekretaris dikatakan sebagai pintu gerbang karena fungsi sekretaris salah satunya adalah sebagai penerima tamu, untuk itulah letak meja dan kursi sekretaris berdekatan dengan pintu masuk ruangan pimpinan dimana para tamu, relasi, maupun karyawan sendiri yang ingin bertemu dengan pimpinan haruslah melapor atau ijin kepada sekretaris terlebih dahulu.
3. Sekretaris sebagai ibu rumah tangga perusahaan.
Di sini sekretaris harus dapat berperilaku selayaknya ibu dari perusahaan. Ia harus dapat menaungi perusahaan dan menjadi contoh yang baik dalam mengurus kantornya. Misalnya; membuat ruangan menjadi seperti rumah sendiri sehingga terasa nyaman agar para tamu, relasi, karyawan dan pimpinan di perusahaan merasa betah.
4. Sekretaris sebagai humas.
Sekretaris sebagai penghubung antara perusahaan dengan lingkungan kerja, lingkungan masyarakat, baik bertatap muka secara langsung melalui telepon, atau media yang lain. Dalam peranannya sebagai humas, sekretaris haruslah mengerti bagaimana menghadapi setiap orang yang tidak sama sifat dan perilakunya. Dalam menghadapi pihak lain, ia harus dapat menempatkan diri sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada, demi tercapainya tujuan perusahaan apalagi bila perusahaan membutuhkan suatu kerjasama yang baik dengan seseorang atau lembaga lain.

D. Pekerjaan Sekretaris
Adapun pengelompokan pekerjaan sekretaris meliputi:
1. Pekerjaan keterampilan
a. Menerima dikte dengan stenografi atau merekam dengan tape recorder
b. Mengetik komputer dan mesin ketik manual atau elektrik
c. Mengerjakan pembukuan ringan
d. Menyimpan arsip-arsip untuk pimpinan
e. Membuat surat
f. Menerima tamu
g. Mengatur perjalanan, hotel, tiket pesawat, dan sebagainya
2. Pekerjaan keahlian

Adapun pengelompokan pekerjaan sekretaris yaitu:
a. Melaksanakan keputusan kebijaksanaan dalam memberikan tugas-tugas kepada pegawai-pegawai bawahannya
b. Sebagai penerjemah pimpinannya
c. Mengikuti jalannya seminar-seminar yang dilakukan oleh perusahaan yang ada kepentingannya dengan jalannya organisasi
d. Mengolah data untuk penyusunan laporan
e. Mengatur rapat dan menulis notulen rapat
(Waworuntu, 1995: 62-63)
Walaupun sekretaris orang kedua dari perusahaan atau tangan kanan pimpinan, janganlah mengabaikan untuk tidak memberitahu apabila tidak masuk kerja, karena sekretaris dan pimpinan merupakan satu kesatuan yang bekerja ea rah satu tujuan dan pimpinan akan mencari seorang pengganti untuk sementara. Dengan memberitahukan sebelumnya tidak masuk kerja itu merupakan salah satu etiket sekretaris.

BAB III
KESIMPULAN

Tugas seorang sekretaris tentunya sesuai dengan fungsi jabatan sekretaris tersebut. Bagi organisasi yang besar, tugas sekretaris juga lebih berat karena selain betugas dan bertanggung jawab terhadap pimpinannya, ia juga harus bertanggung jawab untuk mengatur dan mengawasi tugas dan kegiatan bawahannya.
Secara umum tugas-tugas sekretaris meliputi hal-hal sebagai berikut :
1. Menerima dikte dari pimpinan.
2. Melaksanakan korespondensi (menerima dan mengirim surat-surat termasuk telepon, telegram, dan faksimile).
3. Menyimpan arsip-arsip yang dinilai penting.
4. Menerima tamu-tamu pimpinan.
5. Membuat jadwal pertemuan dan perjanjian-perjanjian pimpinan dengan teman relasi maupun kegiatan lainnya.
6. Menyiapkan bahan-bahan keterangan kepada pimpinan sesuai dengan kebutuhan pimpinan dalam rapat maupun kegiatan lainnya.
7. Bertindak sebagai perantara antara pimpinan dan bawahan.
8. Mengatur rapat-rapat dan seminar pimpinan dengan bawahan.
9. Menemani pimpinan dalam pertemuan penting.
10. Menyusun pidato-pidato untuk pimpinan.

DAFTAR PUSTAKA

http://susilawati.wordpress.com/2007/09/26/sekretaris-dalam-era-global/
http://mayamarlin.blog.friendster.com/2008/10/upaya-pengembangankiat-meng-upgrade-sekretaris-profesional/

Comments (2) »

Sejarah kehidupan dan Dakwah nabi Muhammad Periode Mekah

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Nabi Muhammad SAW adalh salah seorang anggota bany hasyim,suku Quraisy.Beliau lahir pada tanggal 12 Rabiul awal tahun gajah atau 20 Agustus 570 M.
Menjalang usianya yang ke-40,beliau selalu berkhalwat di Gua Hiro’.Setelah lama berkhalwat.akhirnya pada tanggal 17 Ramadhan 611 M.atas perintah Allah STW malaikat Jibril turun untuk menyampaikan wahyu yang pertama,yaitu surat al-Alaq 1-5.Dengan turunnya wahyu pertama itu,berarti Nabi Muhammad SAW telah dipilih oleh Allah untuk menjadi Nabi & Rasul.Setelah itu malaikat Jibril menyampaikan wahyu yang ke-2 yaitu surah al-Muddatsir ayat1-7 yang berisi perintah untuk berdakwah..

1.2 Rumusan Masalah
Sejarah Kehidupan dan Dakwah Nabi Muhammad SAW Periode Mekah

1.3 Tujuan
 Untuk memenuhi salah satu tugas dari guru mata pelajaran Agama
 Agar lebih mengetahui lagi tentang kehidupan dan dakwah Nabi Muhammad SAW periode mekah

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad s.a.w. adalah anak Abdullah bin Abdul¬ Muttalib. ibunya bernama Aminah binti Wahab. Kedua orang tua¬nya itu berasal dari suku Quraisy yang terpandang dan mulia. Nabi Muhammad s.a.w. lahir pada hari Senin, 12 Rabi’ul Awwal tahun Gajah (atau, 20 April 571 Masehi). Dinamakan tahun Gajah, karena ketika beliau lahir, kota Makkah diserbu oleh Raja Brahah dan tentaranya dari negeri Habasyah dengan menunggang gajah. Mereka hendak menghancurkan Ka’bah karena iri hati terhadap¬nya. Tetapi Allah melindungi bangunan suci itu dan seluruh pen¬duduk Makkah, dengan menjatuhkan batu-batu Sijjil (dari neraka) yang amat panas kepada tentara itu. Maka binasalah mereka semuanya.
Ketika Nabi Muhammad berusia 35 tahun, di Makkah terjadi bencana banjir sehingga merusakkan sebagian dinding Ka’bah. Setelah usai bencana, kaum Quraisy beramai-ramai memperbaiki dinding Ka’bah yang runtuh itu. Pada saat pekerjaan telah selesai, clan tinggal Hajar al-Aswad (batu hitam) yang mesti dikembalikan di tempatnya semula, terjadilah perselisihan di antara mereka. Masing-masing suku ingin memperoleh kehormatan dengan me¬letakkan Hajar al-Aswad itu di tempatnya. Hampir saja terjadi per¬tumpahan darah di antara merreka. Tetapi, tiba-tiba salah seorang berkata: “Wahai kaumku, janganlah kalian saling bermusuhan karena ini. Sebaiknya kita tunggu saja esok pagi, siapa yang per¬tama kali datang ke pintu Masjid ini, dialah yang berhak meng¬ambil keputusan.”
Pagi-pagi keesokan harinya, kaum Quraisy mendapati bahwa orang yang pertama kali masuk ke pintu Masjid adalah Nabi Mu¬hammad s.a.w. Maka bersoraklah mereka menyambutnya, karena mereka yakin akan kejujuran pemuda Muhammad. Jadilah Nabi Muhammad s.a.w. sebagai hakim yang memutuskan perkara Hajar al-Aswad itu.
Nabi Muhammad s.a.w. kemudian menggelarkan kain surban¬nya di atas tanah dan meletakkan Hajar al-Aswad di atasnya. Lalu, kepada masing-maing kepala suku, beliau memerintahkan untuk memegang tiap-tiap ujung kain itu dan mengangkatnya. Sampai di atas, beliau lalu mengangkat batu suci dengan tangannya sendiri, dan meletakkannya di tempatnya semula. Dengan cara itu, seluruh kaum Quraisy merasa puas, dan berseru: “Kami rela atas keputus¬an yang dibuat oleh orang yang dipercaya ini!”
Sejak itu, Nabi Muhammad s.a.w. mendapat gelar “Al-Amin”, artinya “Yang Dipercaya”.
Pada usia 40 tahun, Muhammad sering bertahanus di Goa Hira. yaitu mendekatkan diri kepada Tuhan. Tepat pada tanggal 1-17 madhan datanglah Malaikat Jibril membawa wahyu yang pertama. Mula-mula Muhammad ketakutan, tubuhnya gemetar melihat kedatangan Malaikat Jibril. Jibril kemudian merangkulnya, ia makin ketakutan, tubuhnya menggigil. Sesudah dilepas Jibril berkata : bacalah!”
“Aka tidak bisa membaca!”Jawab Muhammad
Jawaban itu diulang hingga tiga kali. Akhirnya ia berkata kepada Jibril : “Apa yang kubaca?”
Kemudian Jibril membacakan suratt Al-Alaq dari ayat 1-5., Sesudah itu ia pulang ke rumah dengan tubuh gemetar. la disambut Istrinya Khadijah yang sangat setia dan memperhatikannya ia diselimuti oleh Khadijah dan dihibur degan kata-kata yang menentramkan jiwanya.
lalu Khadijah pergi berkonsultasi dengan anak pamannya yang bernama Waraqah bin Naufal. Warakah memberitahukan bahwa yang datang kepada Muhammad itu adalah Jibril yang pernah datang kepada Musa. Jadi Muhammad akan diangkat menjadi seorang Nabi dan Rasul.

2.2 Langkah dakwah Nabi Muhammad SAW
Dengan turunnya wahyu ke-2,mulailah Rasulullah melakukan dakwah islam.Langkah pertama yang dilakukan adalah berdakwah secara diam-diam dilingkungan keluarga terdekat.Mula-mula istrinya,lalu sepupunya Ali bin Abi Thalib kemudian Abu Bakar,Zaid,Ummu aiman,Ustman bin Affan,Zubair bin Awam,Abdurrahman bin’Auf,Sa’ad bin Abi Waqosh,Tholhah bin Ubaidillah,Abu Ubaidillah bin Jarrah,Al-Arqom bin Abi al-Arqom dll.Mereka di kenal dengan sebutan Assabiqunal Awwalun,yakni orang-orang yang pertama masuk islam.
Setelah beberapal lama Rasulullah melakukan dakwah secara rahasia,maka turunlah Allah agar melakukan dakwah secara terbuka dihadapan umum.Kemudian beliau mengadakan pertemuan dengan penduduk Mekkah yang dilakukan di Bukit Shafa.Setelah Nabi Muhammad berpidato,kaum Quraisy tidak peduli & berusaha menentangnya habis-habisan.Meskipun begitu,Rasulullah terus berdakwah tanpa mengenal lelah.Bahkan beliau terus menegakkan risalah Allah di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

2.3 Strategi perjuangan Nabi Muhammad SAW
Melihat situasi sosial poltik yang kian memanas di Makkah,maka Nabi Muhammad SAW mulai menyusun strategi untuk pnyelamatan umat Islam dari siksaan orang kafir Quraisy.Strategi tersebut sebagai berikut:
1.Hijrah ke Habsyi yang pertama
2.Hijrah ke Habsyi yang kedua
3,Misi ke Tha’if
4.Perjanjian Aqobah I
5.Perjaijian Aqobah II

2.4 Penaklukkan Kota Makkah
Setelah Islam menjadi besar di kota Madinah, Rasulullah s.a.w. bersama sahabat-sahabat dan seluruh pengikutnya kembali ke kota Makkah, dan merebut kembali kota itu dari tangan kaum kafir Quraisy. Kedatangan kaum Muslimin di Makkah itu berte0at¬an dengan tanggal 10 Ramadhan tahun 8 Hijriah. Ketika itu, turunlah firman Allah SWT kepada Nabi Muhammad s.a.w. sebagaimana disebutkan di dalam Al-Qur’an:
       ••               
Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk ke dalam agama Allah secara berbon¬dong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Menerima Tobat. (S. An-Nashr: 1-3)
Kemudian Nabi Muhammad s.a.w. bersama para pengikutnya menghancurkan berhala-berhala yang ada di seputar Ka’bah, se¬bagaimana firman Allah:
      •    
Dan katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap. (S. Al-Isra’: 81)
Dua tahun setelah penaklukkan Makkah, Nabi Muhammad s.a.w. beserta kaum Muslimin melaksanakan ibadah haji, yang disebut Haji Wada’ (Haji Perpisahan), karena setelah itu beliau meninggalkan umatnya untuk selama-lamanya. Di dalam kesem¬patan terakhir itu, Rasulullah s.a.w. mengucapkan pidato yang amat bernilai di hadapan seluruh kaum Muslimin di Padang Arafah. Pada saat itu, turunlah wahyu Allah yang terakhir, yang berbunyi:
       •       •                                                •    
Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah kurelakan Islam menjadi agamamu. (S. Al- Ma’idah: 3)

2.5 Nabi Muhammad Wafat
Dengan penuh rasa syukur, Nabi Muhammad s.a.w. meng¬akhiri tugasnya sebagai seorang Rasul, dengan mengislamkan se¬luruh penducluk Makkah, Madinah, clan daerah-daerah lain di seputar Jazirah Arabia. Setelah menderita sakit selama beberapa hari, pads tanggal 12 Rabi’ul Awwal tahun ke-11 Hijriyah, beliau berpulang ke rahmatullah dalam usia 63 tahun. Nabi Muhammad s.a.w. dimakamkan di kota Madinah. Sebelumnya, beliau sempat berpesan kepada keluarganya, pars sahabatnya, clan seluruh kaum Muslimin dengan sabdanya yang termasyhur:
Telah kutinggalkan untuk kalian dua perkara yang apabila kalian berpegang teguh kepadanya, niscaya tidak akan tersesat untuk selama-lamanya, yakni: Kitabullah (Al-Quran) dan Sunnah Rasul-Nya.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dari uraian diatas dapat di simpulkan bahwa nabi Muhammad SAW melakukan strategi dakwah dalam dua bagian yaitu berdakwah secara diam-diam dilingkungan keluarga terdekat.Mula-mula istrinya,lalu sepupunya Ali bin Abi Thalib kemudian Abu Bakar,Zaid,Ummu aiman,Ustman bin Affan,Zubair bin Awam,Abdurrahman bin’Auf,Sa’ad bin Abi Waqosh,Tholhah bin Ubaidillah,Abu Ubaidillah bin Jarrah,Al-Arqom bin Abi al-Arqom dll.Mereka di kenal dengan sebutan Assabiqunal Awwalun,yakni orang-orang yang pertama masuk islam.
Setelah beberapal lama Rasulullah melakukan dakwah secara rahasia,maka turunlah Allah agar melakukan dakwah secara terbuka dihadapan umum.Kemudian beliau mengadakan pertemuan dengan penduduk Mekkah yang dilakukan di Bukit Shafa.Setelah Nabi Muhammad berpidato,kaum Quraisy tidak peduli & berusaha menentangnya habis-habisan.Meskipun begitu,Rasulullah terus berdakwah tanpa mengenal lelah.Bahkan beliau terus menegakkan risalah Allah di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

http://meetabied.wordpress.com/2009/12/23/riwayat-hidup-lengkap-nabi-muhammad-saw/
http://media.isnet.org/islam/Haekal/Muhammad/index.html
http://azharjaafar.blogspot.com/

Leave a comment »

Perbandingan Ideologi Pancasila dan Komunis

BAB I

PENDAHULUAN

Status Pancasila, apakah merupakan ideologi atau bukan, masih menimbulkan tanggapan berbeda di kalangan ilmuwan. Di satu pihak, ada yang berpendapat bahwa Pancasila tidak seharusnya dianggap sebagai ideologi, seperti terlihat pada pendapat Ongkhokham, Armahedy Mahzar, Garin Nugroho, dan Franz Magnis Suseno. Menurut Onghokham Pancasila jelas merupakan ’dokumen politik, bukan falsafah atau ideologi’, dan harus dilihat sebagai kontrak sosial, yaitu kompromi atau persetujuan sesama warga negara tentang asas-asas negara baru yang dapat disamakan dengan dokumen-dokumen penting negara lain seperti Magna Carta di Inggris, Bill of Rights di Amerika Serikat dan Droit del’homme di Perancis (Kompas, 6 Desember 2001). Baca entri selengkapnya »

Comments (10) »